Selasa, 07 April 2009

KaRtografi

Kartografi (atau pembuatan peta) adalah studi dan praktek membuat peta atau globe. Peta secara tradisional sudah dibuat menggunakan pena dan kertas, tetapi munculnya dan penyebaran komputer sudah merevolusionerkan kartografi. Banyal peta komersial yang bermutu sekarang dibuat dengan perangkat lunak pembuatan peta yang merupakan salah satu di antara tiga macam utama; CAD (desain berbatuan komputer), GIS (Sistem Informasi Geografis), dan perangkat lunak ilustrasi peta yang khusus.


Kartografi merupakan studi pembuatan peta, yang secara historis adalah upaya menggambarkan wajah geografis muka bumi. Dan Peta telah digunakan untuk berbagai keperluan yang salah satunya adalah untuk merepresentasikan data secara visual bahkan dapat pula berguna untuk upaya mencari informasi dan pola spasial. Untuk membuat peta itu membutuhkan suatu alat yang disebut Kastogram.

Kartogram telah sangat luas digunakan mulai dari tujuan penjualan produk skala besar, analisis politik, analisis cuaca dan iklim, hingga keperluan intelijen, militer,petahanan dan keamanan. Berikut ini ditunjukkan penggunaan kartogram dalam analisis politik antara Golkar dan PDIP di pemilu legislatif DPR RI 2004. Luas wilayah merepresentasikan jumlah penduduk. Warna menunjukkan perbandingan kekuatan antar kedua partai di wilayah spasial tersebut. Kartogram dapat dibangun dengan menggunakan beberapa konsep sederhana fisika elementer tentang difusi gas.

Rabu, 11 Maret 2009

Sistem Koordinat dan Proyeksi Peta

Sistem Koordinat

Sistem Koordinat digunakan untuk menunjukkan suatu titik di Bumi berdasarkan garis lintang dan garis bujur.

Garis lintang yaitu garis vertikal yang mengukur sudut antara suatu titik dengan garis katulistiwa. Titik di utara garis katulistiwa dinamakan lintan utara sedangkan titik di selatan katulistiwa dinamakan lintang selatan.

Garis bujur yaitu horizontal yang mengukur sudut antara suatu titik dengan titik nol di Bumi yaitu Greenwich di London Britania Raya yang merupakan titik bujur 0° atau 360° yang diterima secara internasional. Titik di barat bujur 0° dinamakan bujur barat sedangkan titik di timur 0° dinamakan bujur timur.

Sistem koodinat dibagi menjadi 2 yaitu :

o Sistem Koordinat 2 Dimensi

- Sistem Koordinat kartesian dua dimensi merupakan sistem koordinat yang terdiri dari dua salib sumbu yang saling tegak lurus, biasanya sumbu X dan Y.

- Sistem Koordinat polar, koordinat suatu titik didefinisikan fungsi dari arah dan jarak dari titik ikatnya.

o Sistem kooerdinat 3 Dimensi

- Sistem Koordinat Kartesian 3 Dimensi, pada prinsipnya sama dengan sistem koordinat kartesian 2 Dimensi, hanya menambahkan satu sumbu lagi yaitu sumbu Z, yang ketiganya saling tegak lurus.

- Sistem Koordinat Bola, Posisi suatu titik dalam ruang, selain didefinisikan dengan sistem kartesian 3 Dimensi, dapat juga didefinisikan dalam sistem koordinat bola (pronsip dasarnya sama dengan koordinat polar, yaitu sudut dan jarak).

- Sistem Koordinat Ellipsoida, Untuk pendefinisian bentuk bumi sangatlah susah. Bentuk bumi dikenal sebagai geoid. Geoid didekati oleh permukaan muka laut rata-rata. Untuk mempermudah hitungan bentuk bumi, digunakan suatu model matematik yang disebut ellipsoida yaitu ellips yang putar.

Sistem Proyeksi Peta

Proyeksi peta adalah teknik-teknik yang digunakan untuk menggambarkan sebagian atau keseluruhan permukaan tiga dimensi yang secara kasaran berbentuk bola ke permukaan datar dua dimensi dengan distorsi sesedikit mungkin. Dalam proyeksi peta diupayakan sistem yang memberikan hubungan antara posisi titik-titik di muka bumi dan di peta.

Bentuk bumi bukanlah bola tetapi lebih menyerupai ellips 3 dimensi atau ellipsoid. Istilah ini sinonim dengan istilah spheroid yang digunakan untuk menyatakan bentuk bumi. Karena bumi tidak uniform, maka digunakan istilah geoid untuk menyatakan bentuk bumi yang menyerupai ellipsoid tetapi dengan bentuk muka yang sangat tidak beraturan.

Sistem proyeksi peta dibuat untuk mereduksi sekecil mungkin distorsi tersebut dengan:

- Membagi daerah yang dipetakan menjadi bagian-bagian yang tidak terlalu luas, dan

- Menggunakan bidang peta berupa bidang datar atau bidang yang dapat didatarkan tanpa mengalami distorsi seperti bidang kerucut dan bidang silinder.

* Pembagian Sistem Proyeksi Peta

Secara garis besar sistem proyeksi peta bisa dikelompokkan berdasarkan pertimbangan ekstrinsik dan intrinsik.

o Pertimbangan Ekstrinsik :

Bidang proyeksi yang digunakan:

  • Proyeksi azimutal / zenital: Bidang proyeksi bidang datar.
  • Proyeksi kerucut: Bidang proyeksi bidang selimut kerucut.
  • Proyeksi silinder: Bidang proyeksi bidang selimut silinder.

Persinggungan bidang proyeksi dengan bola bumi:

  • Proyeksi Tangen: Bidang proyeksi bersinggungan dengan bola bumi.
  • Proyeksi Secant: Bidang Proyeksi berpotongan dengan bola bumi.
  • Proyeksi "Polysuperficial": Banyak bidang proyeksi

Posisi sumbu simetri bidang proyeksi terhadap sumbu bumi:

  • Proyeksi Normal: Sumbu simetri bidang proyeksi berimpit dengan sumbu bola bumi.
  • Proyeksi Miring: Sumbu simetri bidang proyeksi miring terhadap sumbu bola bumi.
  • Proyeksi Traversal: Sumbu simetri bidang proyeksi ^ terhadap sumbu bola bumi.

o Pertimbangan Intrinsik :

Sifat asli yang dipertahankan:

  • Proyeksi Ekuivalen: Luas daerah dipertahankan: luas pada peta setelah disesuikan dengan skala peta = luas di asli pada muka bumi.
  • Proyeksi Konform: Bentuk daerah dipertahankan, sehingga sudut-sudut pada peta dipertahankan sama dengan sudut-sudut di muka bumi.
  • Proyeksi Ekuidistan: Jarak antar titik di peta setelah disesuaikan dengan skala peta sama dengan jarak asli di muka bumi.

Cara penurunan peta:

  • Proyeksi Geometris: Proyeksi perspektif atau proyeksi sentral.
  • Proyeksi Matematis: Semuanya diperoleh dengan hitungan matematis.
  • Proyeksi Semi Geometris: Sebagian peta diperoleh dengan cara proyeksi dan sebagian lainnya diperoleh dengan cara matematis.

Cara Mengaksese Satelit NOOA






Satelit seri NOAA milik Amerika Serikat telah berevolusi dari beberapa peluncuran

untuk percobaan dan operasional, yang dimulai dengan peluncuran TIROS I pada tanggal

1 April 1960. NOAA adalah singkatan dari nama sebuah departemen pemerintah

Amerika yang bertanggung jawab atas pengendalian program diatas (the National

Oceanic and Atmospheric Administration). Satelit seri TIROS N/NOAA diperkenalkan

pada tahun 1978 dan berkembang ke generasi yang lebih maju dimulai dengan NOAA 8.

Status dari satelit-satelit tersebut terdapat pada daftar dibawah ini:

Program NOAA bertujuan untuk memberikan masukan yang mencakup seluruh bumi

secara berkesinambungan untuk membantu dalam membuat prakiraan dan pemantauan

cuaca. Akan tetapi, oleh organisasi-organisasi yang terdapat diseluruh dunia, data primer

seringkali dimanfaatkan untuk aplikasi sumber daya alam lainnya. Termasuk pemetaan

distribusi hujan salju, pemantauan terhadap banjir, pemetaan vegetasi, analisa

kelembaban tanah secara regional, pemetaan distribusi bahan bakar yang menyebabkan

kebakaran liar (wildfire fuel mapping), pendeteksian kebakaran, pemantauan badai gurun

dan macam-macam aplikasi yang berkenaan dengan gejala geografis, misalnya gunung

api meletus.


Data yang diperlukan oleh FFPCP diambil dengan sensor AVHRR (Advanced Very High

Resolution Radiometer) yang terpasang di satelit seri NOAA sejak NOAA 6, sedangkan

pada saat ini hanya NOAA 12 dan 14 memberikan data yang dapat dipergunakan untuk

pemantauan vegetasi dan pendeteksian kebakaran. Data dari NOAA 15 dan 16 akan

ditambahkan, bila piranti lunak untuk pengolahan data pendeteksian kebakaran dan

pemantauan vegetasi telah tersedia.

Perencanaan Orbit dan Penangkapan

Data Citra Satelit NOAA



Seperti yang telah dijelaskan pada bab yang terdahulu bahwa NOM tidak digunakan

dalam menangkap citra dari satelit NOAA, tetapi NOM hanya dapat digunakan dalam

membantu menginterpretasikan data citra satelit NOAA, sedangkan untuk melakukan

penangkapan citra NOAA tentunya digunakan piranti lunak yang lain seperti piranti

lunak NOAA Capture.


Beberapa fungsi dari piranti lunak NOAA seperti untuk menampilkan, memproses dan

menginterpretasikan citra NOAA sehingga menghasilkan koordinat titik api, mengexport

dan mengimport citra NOAA, tidak akan dibahas lagi pada lampiran ini, karena hal

tersebut telah digantikan atau telah dijabarkan pada NOM. Sedangkan beberapa fungsi

dari piranti lunak NOAA lainnya seperti untuk melakukan perencanaan dan

memperbaharui data orbit satelit serta untuk mengkalibrasikan antena akan diuraikan

seperti yang di bawah ini.


Untuk memulai menggunakan piranti lunak NOAA, dapat dilakukan dengan hal seperti

biasanya yaitu dengan mengklik tombol Start lalu pilih Programs dan pilih NOAA. Pada

menu NOAA ini mempunyai beberapa pilihan sub-menu yang salah satunya adalah orbit

plan . Hal ini seperti yang ditunjukkan pada gambar

Perencanaan Orbit (Orbit Plan)



Menu orbit plan adalah menu yang berfungsi dalam melaksanakan rencana penangkapan

data satelit NOAA yang melintas pada suatu area. Rencana penangkapan data satelit ini

bisa dilakukan sampai beberapa hari kedepan dan rencana penagkapan tersebut akan

tersimpan pada menu orbit plan. Menu orbit plan ini seperti yang ditunjukkan pada

gambar 2 dibagian atas.

Menu orbit plan terdiri dari beberapa sub-menu seperti Orbit, region, view dan Help.

Pada sub-menu orbit dapat dilakukan rencana penagkapan yang pertama (first), rencana

penangkapan selanjutnya (next) atau rencana penangkapan sebelumnya (previous) dan

menyimpan rencana penagkapan (save). Untuk mengaktipkan sub-menu ini, bisa juga

dilakukan dengan mengklik beberapa tombol seperti yang digambarkan pada gambar 2

dibagian bawah, atau dengan cara yang lain seperti menekan tuts pada keyboard secara

bersamaan misalnya Ctrl+F (first), Ctrl+N (next), Ctrl+P (previous) dan Ctrl+S (save).


Sub-menu region adalah untuk menentukan luasan area yang akan dipantau, batasan area

pantauan digambarkan dengan dua garis kuning diantara sedangkan luasan area yang

dapat dipantau digambarkan dengan kotak yang berwarna merah seperti yang ditunjukkan

pada gambar 2 dibagian bawah. Untuk memperbesar area pemantauan bisa dilakukan

dengan menekan tuts pada keyboard seperti Ctrl + X (untuk memperbesar area kearah





horizontal atau sumbu X) dan Ctrl + Y (untuk memperbesar area kearah vertikal atau

sumbu Y).


Sub-menu view adalah sub-menu yang menampilkan informasi tentang data satelit

tersebut, sedangkan sub-menu help adalah sub-menu yang menampilkan informasi yang

berkaitan dengan orbit plan.


Pada menu help terdapat sub-menu yang digunakan untuk melihat umur dari data orbit

satelit yang digunakan. Umur dari data satelit yang digunakan akan berpengaruh pada

citra yang akan ditangkap, semakin baru data orbit yang digunakan akan memberikan

hasil yang baik sehingga akan lebih memudahkan dalam geokoreksi citra atau

memudahkan proses Map move. Umur dari data orbit satelit yang direkomendasikan

adalah kurang dari 14 hari atau sebelum dua minggu.


Data orbit satelit atau dikenal dengan Two Line Element (TLE) dapat diperoleh secara

bebas dengan mengakses pada alamat situs internet.




G.I.S

Perencanaan Orbit dan Penangkapan

Data Citra Satelit NOAA



Seperti yang telah dijelaskan pada bab yang terdahulu bahwa NOM tidak digunakan

dalam menangkap citra dari satelit NOAA, tetapi NOM hanya dapat digunakan dalam

membantu menginterpretasikan data citra satelit NOAA, sedangkan untuk melakukan

penangkapan citra NOAA tentunya digunakan piranti lunak yang lain seperti piranti

lunak NOAA Capture.


Beberapa fungsi dari piranti lunak NOAA seperti untuk menampilkan, memproses dan

menginterpretasikan citra NOAA sehingga menghasilkan koordinat titik api, mengexport

dan mengimport citra NOAA, tidak akan dibahas lagi pada lampiran ini, karena hal

tersebut telah digantikan atau telah dijabarkan pada NOM. Sedangkan beberapa fungsi

dari piranti lunak NOAA lainnya seperti untuk melakukan perencanaan dan

memperbaharui data orbit satelit serta untuk mengkalibrasikan antena akan diuraikan

seperti yang di bawah ini.


Untuk memulai menggunakan piranti lunak NOAA, dapat dilakukan dengan hal seperti

biasanya yaitu dengan mengklik tombol Start lalu pilih Programs dan pilih NOAA. Pada

menu NOAA ini mempunyai beberapa pilihan sub-menu yang salah satunya adalah orbit

plan . Hal ini seperti yang ditunjukkan pada gambar 1.